Polsek Tanjung Palas Barat Bersama Masyarakat Bersatu Padu Padankan Api
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Jajaran personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Palas Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanjung Palas Barat IPDA Oktavianus Banne, A.Md., S.Sos bersama masyarakat bergerak cepat pasca mengetahui adanya peristiwa terbakarnya belasan unit rumah di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Senin (13/5/2204) sekira pukul 14.40 Wita.
Kepolisian bersama masyarakat tampak berjibaku memadamkan api. Dengan menggunakan alat seadanya, api saat itu tak cukup mudah untuk dipadamkan. Mengingat, saat personel kepolisian dan masyarakat di lokasi. Api sudah berkobar dengan asap hitam yang menjulang ke langit tinggi.
Pemilik salah satu rumah terdampak, Ela Wulandari, mengaku memang terkejut akan peristiwa tersebut. Sebab, ia yang saat itu tengah tertidur. Tiba-tiba melihat api sudah menyala dari atas plafon dapur rumahnya. Ia kemudian menyelamatkan diri dari rumah karena api makin membesar.
Total, jumlah rumah yang terbakar maupun terdampak. Yakni 15 rumah ludes terbakar, 6 rumah terdampak kebakaran, Jumlah 26 KK (84 jiwa penghuni rumah). Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Koordinasi lintas sektoral antara Kapolsek Tanjung Palas Barat, Camat Tanjung Palas Barat, Kades melaksanakan koordinasi dan telah dibangun tenda posko darurat pengaduan korban kebakaran serta telah menyiapkan tempat pengungsian yakni di gedung IKAT Long Beluah.
Sedangkan, kerugian materil diperkirakan kurang lebih Rp 3 miliar. Tindakan kepolisian yang telah dilakukan. Yaitu tentunya membantu memadamkan api. Termasuk, membantu koordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kab. Bulungan dan pihak PLN Bulungan
Lalu, melakukan pendataan korban kebakaran. Mendata saksi-saksi hingga melakukan koordinasi dengan lintas sektoral Kec. Tanjung Palas Barat.
Untuk diketahui, dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran disebabkan korsleting listrik dari bagian dapur rumah Sdri. Ela Wulandari. Belum ada laporan korban jiwa dari pihak korban kebakaran pada saat terjadi kebakaran. Bangunan rumah yang terbakar rata-rata terbuat dari kayu dan merupakan peninggalan perusahaan KRTP yang dibangun tahun 1975 dan posisinya mepet berderet satu sama lain.
Saat kebakaran angin sangat kencang, tidak ada pemadam kebakaran, pemadaman dilakukan oleh anggota Polsek bersama warga dengan alat seadanya.
Sampai saat ini anggota Polsek dan warga masih terus membantu warga terdampak. Dan Sampai saat ini juga situasi dalam keadaan aman dan terkendali dan diketahui Bupati Bulungan dan beberapa kepala OPD Kab. Bulungan datang meninjau lokasi kebakaran dan menjenguk para korban kebakaran. (HmsPolresta)


