Minggu Kasih, Warga Keluhkan Aksi Kenakalan Remaja yang Direspons Langsung Kepolisian
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara – Polresta Bulungan – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan kembali menggelar program Minggu Kasih yang berlangsung di Jl. Jendral Sudirman, Tanjung Selor, Kab. Bulungan, pada Minggu (28/07/2024). Program ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung kepada pihak kepolisian.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa melalui program Minggu Kasih yang digelar setiap pekan, masyarakat di wilayah hukum Polresta Bulungan diharapkan dapat memberikan kritik dan saran guna meningkatkan pelayanan kepolisian.
Interaksi pun terbangun, salah satu warga Marzuki dalam hal ini mengeluhkan terkait bahaya aksi kenakalan remaja. Baik di lingkup sekolah ataupun di luar. Ia yang sebagai orang tua tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Khususnya, pada anaknya dan kawan-kawannya. “Mungkin kalau dari perspektif bapak apa tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengurangi hal tersebut,” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Bulungan mengatakan bahwa benar hal itu juga termasuk bagian tugas dari Kepolisian. Karena apa? Semua tindakan kenalan remaja oleh anak di bawah umur muaranya pasti kepada hal keamanan yang merupakan tugas Polri.
Kenakalan remaja memang selalu identik dengan sikap coba-coba dan rasa ingin tahu yang besar yang tentu melahirkan kerugian bagi diri sendiri, orang tua, keluarga, teman dan orang sekitar. “Sehingga di momen ini saya meminta dari Kasat Binmas sebagai leading sector tindakan preemtif khususnya kenakalan remaja,” pinta Kapolresta.
Sementara, Kasat Binmas Polresta Bulungan Iptu Bernard Siregar, S.H menambahkan mengenai perspektif kepolisian dalam hal mencegah dan mengurangi aksi kenakalan remaja. Sebelumnya diakui kepolisian sudah banyak mengunjungi sekolah-sekolah dan melaksanakan sosialisasi secara langsung dengan mengangkan materi kenakalan remaja secara umum ataupun secara khusus menjelaskan mengenai pencegahan bullying, bahaya penyalahgunaan narkotika, pencegahan terhadap aksi kekerasan dan tindakan asusila (pemerkosaan dan pencabulan) serta masih banyak lagi.
Anak-anak siswa yang menjadi target ini diajak berdiskusi. Sehingga melalui diskusi itu lebih menyentuh ataupun lebih mudah menempel di otak mereka. Dan mampu untuk menghindari diri dan mencegah hal tersebut. Tentunya apabila sudah muncul kesadaran untuk melakukan hal yang benar dan menjauhi hal yang salah, remaja akan bisa menjadi pribadi yang baik dan paham hukum, seperti itu pak.
“Selain itu, terdapat juga beberapa sekolah yang peduli mengenai kenakalan remaja ini dimana mereka mengirimkan undangan untuk menjadi narasumber yang khusus membahas kenakalan remaja ini pak,” jelas Kasat Binmas. (HmsPolresta)



