Bhabinkamtibmas Tanjung Palas Utara Dampingi Petani Hadapi Dampak Banjir, Lahan Jagung Program Ketahanan Pangan di Desa Pimping Gagal Panen

TANJUNG PALAS UTARA – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan saat proses penanaman dan perawatan tanaman, tetapi juga melalui pendampingan kepada petani ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas Utara, Briptu Yohanes, yang melakukan monitoring terhadap lahan jagung milik petani di wilayah Sungai Uma, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pendampingan dan pengawasan terhadap program pertanian yang selama ini menjadi salah satu fokus dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Namun, hasil monitoring menunjukkan bahwa lahan jagung yang dikelola Kelompok Tani Maju Sejahtera mengalami dampak serius akibat bencana banjir yang melanda kawasan tersebut.
Lahan milik petani bernama Siau yang berada di bawah binaan Kelompok Tani Maju Sejahtera dengan Ketua Kelompok Kenos tersebut memiliki luas sekitar 0,5 hektare. Lahan tersebut ditanami jagung varietas Hebat yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian pada April 2026 dan semula diproyeksikan untuk dipanen pada Juli 2026.
Namun sebelum memasuki masa panen, tanaman jagung yang sedang tumbuh terdampak banjir yang menggenangi area pertanian sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan berujung pada gagal panen.
Briptu Yohanes menjelaskan bahwa pendampingan terhadap petani tetap dilakukan meskipun hasil yang diharapkan belum dapat tercapai akibat faktor alam yang berada di luar kendali petani.
“Kami terus melakukan monitoring dan pendampingan kepada para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa lahan jagung di Sungai Uma terdampak banjir sehingga tanaman tidak dapat berkembang secara optimal dan mengalami gagal panen,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan sektor pertanian, terutama dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem dan bencana alam yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian masyarakat.
Meski mengalami gagal panen, semangat para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian di wilayah Desa Pimping tetap tinggi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat pendamping, diharapkan dapat membantu petani bangkit kembali dan melanjutkan kegiatan bercocok tanam pada musim berikutnya.
Program penanaman jagung yang dijalankan Kelompok Tani Maju Sejahtera sendiri merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi komoditas pertanian di tingkat desa. Varietas jagung Hebat yang digunakan merupakan benih unggul yang memiliki potensi hasil yang baik apabila didukung kondisi lingkungan yang memadai.
Briptu Yohanes menegaskan bahwa meskipun kali ini hasil panen tidak sesuai harapan akibat bencana banjir, sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat pendamping akan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan.
“Kegagalan panen akibat faktor alam bukan berarti menghentikan semangat kita. Justru ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan upaya pengembangan pertanian semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada,” katanya.
Ia juga berharap para petani tetap optimistis dan terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian maupun instansi terkait untuk mendapatkan pendampingan teknis serta solusi yang dapat membantu memulihkan produktivitas lahan pertanian.
Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para petani di Kecamatan Tanjung Palas Utara tetap termotivasi untuk berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah maupun nasional. Meski dihadapkan pada tantangan alam berupa banjir yang menyebabkan gagal panen, semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak diyakini menjadi modal penting untuk bangkit dan menatap musim tanam berikutnya dengan lebih baik. (HmsPolresta)