Cegah Bullying dan Radikalisme Sejak Dini, Polresta Bulungan Ajak Pelajar SMPN 05 Tanjung Selor Lebih Peduli

TANJUNG SELOR – Polresta Bulungan terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para pelajar melalui edukasi serta pendekatan dialogis. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan aksi perundungan (bullying) dan dampaknya terhadap munculnya paham radikalisme serta TCC di kalangan remaja dan pelajar. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Bulungan di SMP Negeri 05 Tanjung Selor, kawasan Gunung Sari, Selasa (20/10/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. FGD dipimpin oleh P.S. Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polresta Bulungan, IPDA Laode Makmun Boy. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya mencegah perundungan serta mengenali dampak negatif perilaku tersebut terhadap perkembangan mental, hubungan sosial, dan pembentukan karakter generasi muda. Melalui diskusi ini, para pelajar diajak memahami bahwa bullying bukan sekadar tindakan bercanda atau persoalan antarteman, melainkan perilaku yang dapat menimbulkan luka psikologis, merusak rasa percaya diri, serta menciptakan lingkungan sekolah yang tidak sehat. Pencegahan perundungan juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan diri remaja terhadap pengaruh negatif di lingkungan pergaulan. Sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, kemampuan menyelesaikan persoalan secara damai, serta keberanian melaporkan tindakan perundungan merupakan langkah penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif. Polresta Bulungan melalui Sat Binmas mendorong para pelajar agar tidak melakukan perundungan, tidak ikut-ikutan ketika melihat temannya menjadi korban, serta berani mencari bantuan dari guru maupun pihak yang dipercaya apabila menghadapi atau menyaksikan tindakan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan membangun pergaulan yang sehat. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang berkarakter, berempati, dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun paham negatif. Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan tertib. Melalui edukasi yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka antara kepolisian, pihak sekolah, serta pelajar, Polresta Bulungan berharap upaya pencegahan bullying dan pengaruh paham radikal dapat dilakukan sejak dini demi melindungi generasi muda dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih baik. (HmsPolrsta)